Seruan PDIP Untuk Delapan Korban TNI Di Lebanon Harus Menjadi Momentum Untuk Sikap PBB Yang Lebih Tegas Terhadap Israel

Seruan PDIP Untuk Delapan Korban TNI Di Lebanon Harus Menjadi Momentum Untuk Sikap PBB Yang Lebih Tegas Terhadap Israel

PDIP (PDI Perjuangan) mengeluarkan seruan keras agar insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI dan melukai lima lainnya di Lebanon menjadi momentum bagi PBB untuk mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel.

Maka PDIP menilai tragedi itu harus mendorong PBB, khususnya Dewan Keamanan, untuk bertindak lebih nyata dan tegas terhadap Israel yang dianggap telah berulang kali melanggar hukum internasional.

Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian (UNIFIL) itu dikategorikan sebagai pelanggaran serius terhadap Resolusi DK PBB 1701 dan hukum humaniter internasional.

PDIP menuntut adanya pengakuan resmi, permintaan maaf dari Israel di forum PBB, serta kesiapan Israel untuk menjalani proses hukum di tingkat internasional, termasuk potensi tuntutan di Mahkamah Internasional (ICJ) atau Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah, serta politikus Said Abdullah, juga menyoroti adanya “impunitas” (kebal hukum) yang dinikmati Israel, di mana dunia internasional seolah tidak memiliki daya untuk menghentikan tindakan tersebut.

Sebagaimana serangan artileri Israel terjadi pada 29–30 Maret 2026 di Lebanon selatan, tepat saat prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL (Pasukan Sementara PBB di Lebanon) sedang menjalankan misi perdamaian.

Total ada sekitar 1.200 prajurit TNI yang saat ini bertugas di wilayah tersebut.

Menanggapi itu, Perwakilan Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, telah menuntut penyelidikan cepat, menyeluruh, dan transparan dari PBB, serta mendesak semua pihak menghentikan agresi untuk menjamin keselamatan personel perdamaian.

Seruan itu memperkuat posisi diplomasi Indonesia yang konsisten menuntut perlindungan bagi pasukan perdamaian dan penegakan hukum internasional di kawasan konflik tersebut.

Harga Minyak Mentah Kini Terus Naik, Akibat Dari Perang Hamas-Israel

Harga Minyak Mentah Kini Terus Naik, Akibat Dari Perang Hamas-Israel

Info diketahui, Harga minyak mentah kini terus naik di pasar dunia mulai pada hari ini Senin (27/11) akibat pasca serangan Hamas-Israel.

Dimana konflik yang terjadi kedua negara tersebut dikhawatirkan akan menghambat pasokan minyak mentah dunia, karena mereka sebagai negara di tengah kawasan yang menghasilkan minyak di Timur Tengah dan menyumbang hampir sepertiga pasokan minyak di dunia.

Walaupun Israel dan Palestina bukan produsen minyak, akan tetapi konflik ini terjadi di tengah kawasan penghasil minyak di Timur Tengah. oleh karena itu, kekhawatiran akan mangancam pada pasokan minyak ini kian bertambah naik apabila negara Iran sebagai salah satu produsen minyak terbesar di dunia, terlibat juga dalam konflik perperangan ini.

Beberapa dampak yang dihasilkan dari konflik perperangan ini meliputi :

  •  Harga minyak mentah West Texas Intermediate naik lebih dari 4% yang mulai terjadi pada hari Senin (9/10/2023) New York, AS, atau Selasa (10/10/2023) pagi WIB.
  • Khawatiran konflik ini akan semakin menyebar ke negara-negara penghasil minyak lainya yang terdekat, seperti negara Iran dan Arab Saudi.
  • Kedua negara tersebut akan meninjau kembali keterlibatan mereka dengan Palestina dan mendiskusikannya kembali dengan Israel serta mitra internasional lainnya dalam pertemuan darurat para menteri luar negeri Uni Eropa terkait konflik Hamas-Israel yang akan mulai digelar pada hari Selasa.

Selain itu, perang Israel-Hamas juga bisa menyebabkan kekhawatiran pasokan minyak mentah di dunia. Harga minyak dunia bisa semakin naik karena adanya kekhawatiran konflik ini akan menyebar ke negara-negara penghasil minyak utama terdekat, seperti Iran dan Arab Saudi.