
Gereja Katedral Jakarta, atau Gereja Santa Maria diangkat ke Surga, menyimpan sejumlah fakta unik yang jarang diketahui luas, mulai dari arsitektur hingga simbolisme religiusnya.
1. Tiga Menara Berbeda
Salah satunya, gereja itu memiliki tiga menara dengan desain dan tinggi unik, mirip katedral Eropa.
Dua menara depan setinggi 60 meter. kiri bernama Benteng Daud (melambangkan kekuatan raja pelindung) dan kanan Menara Gading (simbol kemurnian Perawan Maria).
Sementara untuk menara ketiga di atas altar, Angelus Dei, setinggi 45 meter.
2. Batu Bata Lokal
Berbeda dari katedral Eropa berbahan batu pahat, bangunan itu pakai batu bata merah lokal yang dilapisi plester agar tampak seperti batu alam, menciptakan ilusi megah Neo-Gotik.
3. Arsitektur Neo-Gotik
Desainnya mengadopsi gaya Neo-Gotik Eropa dengan lengkung lancip, kaca patri floral, pilar berukir, dan langit-langit tinggi 17 meter, meski adaptasi material Indonesia.
4. Lokasi Simbolis
Berada berdampingan dengan Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat, sehingga gereja itu bisa menjadi ikon toleransi beragama di Indonesia.
5. Sejarah Panjang
Gereja modern itu dibangun tahun 1890-1901 oleh Pastor Antonius Dijkmans, menggantikan gereja lama dari 1820 yang runtuh.
6. Denah Salib
Lorong utama panjang 60 meter dengan altar diperlebar 5 meter di setiap sisi, menambah kesan anggun interiornya.
7. Status Cagar Budaya
Diakui sebagai cagar budaya nasional berkat nilai historis dan arsitekturnya yang unik.
Dengan demikian, begitulah 7 fakta unik yang diketahui terdapat di gereja Katedral Jakarta.