Jarang Diketahui, Inilah 7 Fakta Unik Yang Terdapat Di Gereja Katedral Jakarta

Jarang Diketahui, Inilah 7 Fakta Unik Yang Terdapat Di Gereja Katedral Jakarta

Gereja Katedral Jakarta, atau Gereja Santa Maria diangkat ke Surga, menyimpan sejumlah fakta unik yang jarang diketahui luas, mulai dari arsitektur hingga simbolisme religiusnya.

1. Tiga Menara Berbeda

Salah satunya, gereja itu memiliki tiga menara dengan desain dan tinggi unik, mirip katedral Eropa.

Dua menara depan setinggi 60 meter. kiri bernama Benteng Daud (melambangkan kekuatan raja pelindung) dan kanan Menara Gading (simbol kemurnian Perawan Maria).

Sementara untuk menara ketiga di atas altar, Angelus Dei, setinggi 45 meter.

2. Batu Bata Lokal

Berbeda dari katedral Eropa berbahan batu pahat, bangunan itu pakai batu bata merah lokal yang dilapisi plester agar tampak seperti batu alam, menciptakan ilusi megah Neo-Gotik.

3. Arsitektur Neo-Gotik

Desainnya mengadopsi gaya Neo-Gotik Eropa dengan lengkung lancip, kaca patri floral, pilar berukir, dan langit-langit tinggi 17 meter, meski adaptasi material Indonesia.

4. Lokasi Simbolis

Berada berdampingan dengan Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat, sehingga gereja itu bisa menjadi ikon toleransi beragama di Indonesia.

5. Sejarah Panjang

Gereja modern itu dibangun tahun 1890-1901 oleh Pastor Antonius Dijkmans, menggantikan gereja lama dari 1820 yang runtuh.

6. Denah Salib

Lorong utama panjang 60 meter dengan altar diperlebar 5 meter di setiap sisi, menambah kesan anggun interiornya.

7. Status Cagar Budaya

Diakui sebagai cagar budaya nasional berkat nilai historis dan arsitekturnya yang unik.

Dengan demikian, begitulah 7 fakta unik yang diketahui terdapat di gereja Katedral Jakarta.